14 Desember 2008

RAILFANS vs PAM-KA

Banyak kisah tentang persitegangan para Railfans dengan para petugas pengamanan KA (PAM-KA)di stasiun/dipo.Ini dikarenakan para petugas pengamanan tidak mengerti-atau bahkan tidak ingin mengerti-keinginan para Pecinta KA.Mereka(petugas pengamanan)menganggap dialah yang paling berkuasa di stasiun/dipo,padahal masih ada KS/KDT/pejabat-pejabat tinggi PT.KA lainnya yang lebih berwenang.Contoh persitegangan,adalah disaat saya sedang hunting di stasiun UI(Kampus),dengan-sebut saja-anggota”tim KL”.Saya tidak melanggar peraturan yang berlaku,namun salah satu anggota“tim KL”,tiba-tiba menegur saya dengan kata-kata:”Mau ngapain lu disini?!Mau mati lu?!”.Sebuah kalimat yang SANGAT tidak pantas diucapkan oleh seorang petugas pengamanan.Dalam pikiran saya,terlintas:”Petugas macam apa anda ini???”.Tapi saya tidak akan mengeluarkannya lewat mulut,karena,hanya akan memperkeruh suasana.Anggota”tim KL”terkadang tidak mengerti apa keinginan Railfans,padahal para Railfans biasanya tidak melanggar peraturan atau mendapat izin dari pejabat berwenang PT.KA.,untuk memasuki wilayah tertentu yang menjadi otoritas PT.KA.Ada pula contoh,ketika saya dan teman-teman GM-MarKA berkunjung ke Dipo KRL Bukit Duri untuk melihat KRL yang baru datang dari Jepang,Agustus lalu.Kami telah mendapatkan izin dari KaHumas DAOP I Jakarta.Namun,si –lagi lagi- anggota”tim KL” ini ngotot tidak mengizinkan kami masuk.Lalu,setelah kami berdebat cukup lama,kami diajak masuk ruang KDT untuk menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.Setelah kami jelaskan dan buktikan,bahwa benar kami telah mendapat izin KaHumas DAOP I,akhirnya si anggota”tim KL”ini akhirnya diperintahkan KDT Bukit Duri untuk memandu kami,dengan sedikit rasa malu karena sebelumnya meragukan kami. Tidak hanya dengan para Railfans,para anggota”tim KL”ini juga mudah terpancing emosi bila menghadapi(yang si anggota”tim KL”ini merasa bahwa dia mengalami)pelecehan oleh orang yang(sebenarnya)tidak bersalah dan tidak pernah bermaksud melecehkannya. Sudah seharusnya pihak berwenang”tim KL”menyeleksi petugas-petugasnya,mana yang siap diterjunkan,atau belum,agar tidak terjadi kesalahpahaman seperti contoh-contoh diatas tadi.Jika pihak”tim KL”tidak mampu,maka sudah seharusnya PT.KA(Khususnya PT.KA Jabotabek)Mencari perusahaan jasa pengamanan(security)lain,yang lebih berpengalaman(kebanyakan anggota”tim KL”baru lulus SMA,belum berpengalaman.),dan tentunya mudah-mudahan akan lebih baik. Mohon maaf bila tulisan saya ini menyinggung perasaan banyak pihak,namun inilah realita yang sebenarnya terjadi di lapangan,tanpa rekayasa dan dibuat-buat,berdasarkan pengalaman kami. Salam KA!

1 komentar:

fachriza ari mengatakan...

iya memang saya juga gitu tapi saya di dipo depok lama saya malah diminta uang rokok sama uang buat ngopi